self.lary = "" importScripts('https://5gvci.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') self.lary = "" importScripts('https://5gvci.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Coretan MMaS Aji

Tuesday, July 16, 2019

Membangun Perekonomian Aceh Tamiang


 Sumber: steemit.com

Beberapa bulan yang lalu, Masyarakat Aceh Tamiang baru saja merayakan hari jadinya 17. Tepat pada tanggal 10 April, 17 tahun lalu berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia No 04 Tahun 2002 daerah ini resmi berdiri. Harapan percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan menjadi asa bagi penduduk Aceh Tamiang dengan berdirinya Kabupaten Aceh Tamiang.

Kekayaan alam seperti minyak bumi dan hasil perkebunan menjadi motor utama perekonomian Kabupaten Aceh Tamiang. Aceh Tamiang patut berbangga mengingat tidak semua wilayah Aceh memiliki titik-titik minyak bumi, bahkan jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini juga yang terbanyak di wilayah Provinsi Aceh. Tidak hanya perusahaan, beberapa perusahaan perkebunan juga sudah memiliki perusahaan pengolahaan sawit sendiri, sebut saja PKS Seumentok, PKS Socfind, PKS Parasawita, PKS Mopoli Raya dan masih banyak lagi pabrik lainnya.

Saturday, July 13, 2019

Menebak Arah Pembangunan Jokowi Di Periode Dua


Sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, Jokowi sangat getol menggenjot pembangunan infrastruktur. Pembangunan jalan tol menjadi proyek andalan yang digenjot dibeberapa daerah dan tersebar diseluruh Indonesia. Sedangkan untuk Provinsi Papua, pemerintah sangat fokus untuk menyelesaikan jalan trans papua yang sudah mulai dirintis era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menyambut penetapan pemenang kontestasi pemilihan presiden yang dimenangkan kembali oleh Jokowi dan KH Ma’Ruf  Amin oleh KPU, layak dinanti program-program apa saja yang akan dijalankan Presiden Jokowi dengan pasangan barunya. Apakah pembangunan infrastruktur akan tetap berjalan seglamor pada periode kedua? Sidang Kabinet Paripurna pada penghujung tahun 2018 bisa  menjadi informasi awal kemana fokus pembangunan yang akan dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi di periode kedua.

Tuesday, April 9, 2019

Permasalahan Kependudukan Indonesia


 Sumber gambar: ekspektasia.com

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia menempati rangking ke 4 terbesar di Dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Letak geografis berupa kepulauan dan banyaknya jumlah penduduk membuat banyak permasalahan yang timbul perihal kependudukan. Permasalahan kependudukan di Indonesia antara lain:

Friday, March 15, 2019

Istimewa, Pemukiman Di Bantaran Sungai Kali Code Yogyakarta


Lingkungan di bantaran sungai kali code Yogyakarta secara umum cukup spesial. Seluruh penduduk disepanjang aliran sungai sangat menjunjung tinggi kebersihan, hal ini terlihat dari bersihnya sungai code dari sampah. Meskipun lahan yang digunakan masih dipertanyakan kepemilikannya, namun ini adalah salah satu pemenuhan hak masyarakat untuk tinggal di pusat perkotaan. Hak untuk mudah mengakses fasilitas yang ada di Yogyakarta.

Monday, March 4, 2019

Sejarah Penduduk Indonesia Menetap Di Malaysia (Tungku Shamsul Bahrin)



1. Pendahuluan
Hasil Sensus Penduduk tahun 1947 menjelaskan bahwa 309.150 orang Indonesia menetap di Malaysia. Sekitar 60 persen merupakan Suku Jawa, sisanya berasal dari Banjarmasin (Banjar), Makasar (Bugis), Sumatra (Minangkabau, Korinchi, Mandailing, Aceh dan Palembang), dan Pulau Bawean.

Sunday, March 3, 2019

Kumpulan Literatur Review Migrasi


 Sumber Gambar: http://genggaminternet.com

Faktor yang Mendorong Migrasi
Monanisa dkk (2011) meneliti karakteristik para migran yang masuk ke Kabupaten OKU Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas para migran memiliki motivasi bermigrasi ke Kabupaten OKU Selatan karena pekerjaan dan pendapatan.  Kebanyakan para migran berharap mendapatkan pekerjaan atau mendapatakan pendapatan yang lebih besar dari daerah asal. Penelitian tersebut memberikan informasi bahwa daerah otonom baru dianggap memiliki peluang lapangan pekerjaan yang lebih luas dan pendapatan yang lebih besar ketimbang daerah otonom lama. Pembangunan dan lowongan pekerjaan di pemerintahan maupun swasta dan BUMN menjadi asumsi bagi para migran bahwa daerah otonom yang baru mekar memiliki kesempatan yang lebih baik daripada darah asal.

Monday, February 18, 2019

Menilik Etos Kerja Pegawai BPS



Namanya Mohammad Husni, Kami sering memanggilnya “Atuk”, sebutan kakek bagi warga Aceh Tamiang. Atuk merupakan salah satu pegawai BPS yang diselamatkan dengan berlakunya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) pada awal tahun 2014 lalu. Bukan apa-apa, jika UU ASN tidak segera dijalankan, maka pegawai BPS yang sering ditulis dengan nama Mohd. Husni  diberbagai administrasi ini sudah menyelesaikan pengabdiannya kepada BPS Oktober 2014 lalu. Kondisi itulah yang menyebabkan atuk sering mendapatkan gelar pegawai extra time.

Membangun Perekonomian Aceh Tamiang


 Sumber: steemit.com

Beberapa bulan yang lalu, Masyarakat Aceh Tamiang baru saja merayakan hari jadinya 17. Tepat pada tanggal 10 April, 17 tahun lalu berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia No 04 Tahun 2002 daerah ini resmi berdiri. Harapan percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan menjadi asa bagi penduduk Aceh Tamiang dengan berdirinya Kabupaten Aceh Tamiang.

Kekayaan alam seperti minyak bumi dan hasil perkebunan menjadi motor utama perekonomian Kabupaten Aceh Tamiang. Aceh Tamiang patut berbangga mengingat tidak semua wilayah Aceh memiliki titik-titik minyak bumi, bahkan jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini juga yang terbanyak di wilayah Provinsi Aceh. Tidak hanya perusahaan, beberapa perusahaan perkebunan juga sudah memiliki perusahaan pengolahaan sawit sendiri, sebut saja PKS Seumentok, PKS Socfind, PKS Parasawita, PKS Mopoli Raya dan masih banyak lagi pabrik lainnya.

Menebak Arah Pembangunan Jokowi Di Periode Dua


Sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, Jokowi sangat getol menggenjot pembangunan infrastruktur. Pembangunan jalan tol menjadi proyek andalan yang digenjot dibeberapa daerah dan tersebar diseluruh Indonesia. Sedangkan untuk Provinsi Papua, pemerintah sangat fokus untuk menyelesaikan jalan trans papua yang sudah mulai dirintis era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menyambut penetapan pemenang kontestasi pemilihan presiden yang dimenangkan kembali oleh Jokowi dan KH Ma’Ruf  Amin oleh KPU, layak dinanti program-program apa saja yang akan dijalankan Presiden Jokowi dengan pasangan barunya. Apakah pembangunan infrastruktur akan tetap berjalan seglamor pada periode kedua? Sidang Kabinet Paripurna pada penghujung tahun 2018 bisa  menjadi informasi awal kemana fokus pembangunan yang akan dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi di periode kedua.

Permasalahan Kependudukan Indonesia


 Sumber gambar: ekspektasia.com

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia menempati rangking ke 4 terbesar di Dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Letak geografis berupa kepulauan dan banyaknya jumlah penduduk membuat banyak permasalahan yang timbul perihal kependudukan. Permasalahan kependudukan di Indonesia antara lain:

Istimewa, Pemukiman Di Bantaran Sungai Kali Code Yogyakarta


Lingkungan di bantaran sungai kali code Yogyakarta secara umum cukup spesial. Seluruh penduduk disepanjang aliran sungai sangat menjunjung tinggi kebersihan, hal ini terlihat dari bersihnya sungai code dari sampah. Meskipun lahan yang digunakan masih dipertanyakan kepemilikannya, namun ini adalah salah satu pemenuhan hak masyarakat untuk tinggal di pusat perkotaan. Hak untuk mudah mengakses fasilitas yang ada di Yogyakarta.

Sejarah Penduduk Indonesia Menetap Di Malaysia (Tungku Shamsul Bahrin)



1. Pendahuluan
Hasil Sensus Penduduk tahun 1947 menjelaskan bahwa 309.150 orang Indonesia menetap di Malaysia. Sekitar 60 persen merupakan Suku Jawa, sisanya berasal dari Banjarmasin (Banjar), Makasar (Bugis), Sumatra (Minangkabau, Korinchi, Mandailing, Aceh dan Palembang), dan Pulau Bawean.

Kumpulan Literatur Review Migrasi


 Sumber Gambar: http://genggaminternet.com

Faktor yang Mendorong Migrasi
Monanisa dkk (2011) meneliti karakteristik para migran yang masuk ke Kabupaten OKU Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas para migran memiliki motivasi bermigrasi ke Kabupaten OKU Selatan karena pekerjaan dan pendapatan.  Kebanyakan para migran berharap mendapatkan pekerjaan atau mendapatakan pendapatan yang lebih besar dari daerah asal. Penelitian tersebut memberikan informasi bahwa daerah otonom baru dianggap memiliki peluang lapangan pekerjaan yang lebih luas dan pendapatan yang lebih besar ketimbang daerah otonom lama. Pembangunan dan lowongan pekerjaan di pemerintahan maupun swasta dan BUMN menjadi asumsi bagi para migran bahwa daerah otonom yang baru mekar memiliki kesempatan yang lebih baik daripada darah asal.

Menilik Etos Kerja Pegawai BPS



Namanya Mohammad Husni, Kami sering memanggilnya “Atuk”, sebutan kakek bagi warga Aceh Tamiang. Atuk merupakan salah satu pegawai BPS yang diselamatkan dengan berlakunya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) pada awal tahun 2014 lalu. Bukan apa-apa, jika UU ASN tidak segera dijalankan, maka pegawai BPS yang sering ditulis dengan nama Mohd. Husni  diberbagai administrasi ini sudah menyelesaikan pengabdiannya kepada BPS Oktober 2014 lalu. Kondisi itulah yang menyebabkan atuk sering mendapatkan gelar pegawai extra time.