self.lary = "" importScripts('https://5gvci.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') self.lary = "" importScripts('https://5gvci.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Coretan MMaS Aji: Kuliah Kependudukan
Showing posts with label Kuliah Kependudukan. Show all posts
Showing posts with label Kuliah Kependudukan. Show all posts

Monday, March 4, 2019

Sejarah Penduduk Indonesia Menetap Di Malaysia (Tungku Shamsul Bahrin)



1. Pendahuluan
Hasil Sensus Penduduk tahun 1947 menjelaskan bahwa 309.150 orang Indonesia menetap di Malaysia. Sekitar 60 persen merupakan Suku Jawa, sisanya berasal dari Banjarmasin (Banjar), Makasar (Bugis), Sumatra (Minangkabau, Korinchi, Mandailing, Aceh dan Palembang), dan Pulau Bawean.

Sunday, March 3, 2019

Kumpulan Literatur Review Migrasi


 Sumber Gambar: http://genggaminternet.com

Faktor yang Mendorong Migrasi
Monanisa dkk (2011) meneliti karakteristik para migran yang masuk ke Kabupaten OKU Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas para migran memiliki motivasi bermigrasi ke Kabupaten OKU Selatan karena pekerjaan dan pendapatan.  Kebanyakan para migran berharap mendapatkan pekerjaan atau mendapatakan pendapatan yang lebih besar dari daerah asal. Penelitian tersebut memberikan informasi bahwa daerah otonom baru dianggap memiliki peluang lapangan pekerjaan yang lebih luas dan pendapatan yang lebih besar ketimbang daerah otonom lama. Pembangunan dan lowongan pekerjaan di pemerintahan maupun swasta dan BUMN menjadi asumsi bagi para migran bahwa daerah otonom yang baru mekar memiliki kesempatan yang lebih baik daripada darah asal.

Monday, October 8, 2018

Teori Mobilitas Penduduk Menurut Zelinsky

Zalinsky berpendapat bahwa adanya hubungan antara pembangunan ekonomi dengan pola mobilitas penduduk. Dengan demikian Zalinsky mempromosikan teori transisi mobilitas penduduk sebagai berikut.  Zalinsky membedakan masa transisi menjadi 5 tahap.

Tahap 1. Masyarakat Tradisional
pada tahap ini manusia sangat sedikit melakukan aktivitas mobilitas

Tahap 2. Masyarakat Awal Transisi
Pada tahap ini, mobilitas penduduk kearah pedalaman, membuka lahan baru untuk aktivitas pertanian sekaligus pemukiman baru. Mobilitas dari desa menuju kota juga sudah mulai tampak dengan dilatar belakangi berbagai aktivitas.

Tahap 3. Masyarakat Akhir Transisi
Mobilitas penduduk kearah pedalaman berkurang.  mobilitas desa-kota masih dominan.  Mobilitas antar kota mulai tahap awal dan mobilitas sirkuler mulai tumbuh.

Tahap 4. Masyarakat Maju
Migrasi desa-kota terus meningkat, terjadi arus tenaga kerja tidak terdidik dari daerah terbelakang, mobilitas sirkuler tenaga terampil dan profesional meningkat dalam berbagai variasi

Tahap 5. Masyarakat Sangat MajuMobilitas turun, karena sarana komunikasi semakin canggih.  Mobilitas sirkuler meningkat akibat kemampuan bidang telekomunikasi dan informasi.
Showing posts with label Kuliah Kependudukan. Show all posts
Showing posts with label Kuliah Kependudukan. Show all posts

Sejarah Penduduk Indonesia Menetap Di Malaysia (Tungku Shamsul Bahrin)



1. Pendahuluan
Hasil Sensus Penduduk tahun 1947 menjelaskan bahwa 309.150 orang Indonesia menetap di Malaysia. Sekitar 60 persen merupakan Suku Jawa, sisanya berasal dari Banjarmasin (Banjar), Makasar (Bugis), Sumatra (Minangkabau, Korinchi, Mandailing, Aceh dan Palembang), dan Pulau Bawean.

Kumpulan Literatur Review Migrasi


 Sumber Gambar: http://genggaminternet.com

Faktor yang Mendorong Migrasi
Monanisa dkk (2011) meneliti karakteristik para migran yang masuk ke Kabupaten OKU Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas para migran memiliki motivasi bermigrasi ke Kabupaten OKU Selatan karena pekerjaan dan pendapatan.  Kebanyakan para migran berharap mendapatkan pekerjaan atau mendapatakan pendapatan yang lebih besar dari daerah asal. Penelitian tersebut memberikan informasi bahwa daerah otonom baru dianggap memiliki peluang lapangan pekerjaan yang lebih luas dan pendapatan yang lebih besar ketimbang daerah otonom lama. Pembangunan dan lowongan pekerjaan di pemerintahan maupun swasta dan BUMN menjadi asumsi bagi para migran bahwa daerah otonom yang baru mekar memiliki kesempatan yang lebih baik daripada darah asal.

Teori Mobilitas Penduduk Menurut Zelinsky

Zalinsky berpendapat bahwa adanya hubungan antara pembangunan ekonomi dengan pola mobilitas penduduk. Dengan demikian Zalinsky mempromosikan teori transisi mobilitas penduduk sebagai berikut.  Zalinsky membedakan masa transisi menjadi 5 tahap.

Tahap 1. Masyarakat Tradisional
pada tahap ini manusia sangat sedikit melakukan aktivitas mobilitas

Tahap 2. Masyarakat Awal Transisi
Pada tahap ini, mobilitas penduduk kearah pedalaman, membuka lahan baru untuk aktivitas pertanian sekaligus pemukiman baru. Mobilitas dari desa menuju kota juga sudah mulai tampak dengan dilatar belakangi berbagai aktivitas.

Tahap 3. Masyarakat Akhir Transisi
Mobilitas penduduk kearah pedalaman berkurang.  mobilitas desa-kota masih dominan.  Mobilitas antar kota mulai tahap awal dan mobilitas sirkuler mulai tumbuh.

Tahap 4. Masyarakat Maju
Migrasi desa-kota terus meningkat, terjadi arus tenaga kerja tidak terdidik dari daerah terbelakang, mobilitas sirkuler tenaga terampil dan profesional meningkat dalam berbagai variasi

Tahap 5. Masyarakat Sangat MajuMobilitas turun, karena sarana komunikasi semakin canggih.  Mobilitas sirkuler meningkat akibat kemampuan bidang telekomunikasi dan informasi.