Inti
dari kegiatan pemasaran adalah mengetahui keinginan konsumen serta berusaha
memuaskan keinginan tersebut. Konsumen yang puas akan sebuah produk/ jasa mempunyai
kecenderungan untuk mengkonsumsi produk/jasa tersebut berulang kali, hal itu
akan menciptakan konsumen yang loyal/setia. Pada akhirnya konsumen yang loyal akan
meningkatkan profit perusahaan.
Monday, October 22, 2018
Wednesday, October 17, 2018
Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi adalah studi mengenai
ketergantungan suatu variabel (variabel tak bebas) pada satu atau lebih
variabel lain (variabel bebas) yang digunakan untuk memprediksi dan atau
meramalkan nilai rata-rata hitung (mean) atau rata-rata populasi
variabel tak bebas (Gujarati,1995).
Alat analisis ini biasanya menjadi idola bagi mahasiswa S1 bahkan S2 untuk menyelesaikan tugas akhirnya yaitu Skripsi dan Thesis.
Analisis Break even Point
Pengertian dan Kegunaan Analisis
Analisa break even adalah suatu cara atau teknik
untuk mengetahui kaitan antara
produksi, penjualan, harga jual, biaya, laba dan
rugi. Dengan mengetahui perkaitannya,
analisa break even dapat digunakan untuk membantu
menetapkan sasaran perusahaan atau organisasi jasa. Kegunaan lainnya antara
lain :
Wednesday, October 10, 2018
Sekilas Tentang Penulis
Blog ini pertama kali dibuat pada tahun 2018, di Kabupaten Aceh Tamiang. Tempat
ini merupakan daerah keempat tempat merantau penulis. Penulis sempat
menetap di Banda Aceh hampir 3 tahun lamanya. Setelah Jakarta, Kabupaten
Gayo Lues. Hayo,,, pada tau ga tuh letak Gayo Lues dimana? jangan
jangan baru pada denger,,,
Saat ini penulis berdomisili di Kota Pelajar Yogyakarta untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu pascasarja program studi Magister Kependudukan.
Disela kegiatan kuliah yang cukup padat, penulis berusaha untuk menuangkan waktu menulis apa saja yang ada dipikiran penulis terutama perihal materi kuliah kependudukan, opini perihal sosial ekonomi sekaligus jalan-jalan. Mungkin bagi yang ingin usul blog ini diisi menu apa lagi bisa dikirim sarannya lewat email : maulanamaliksebdoaji@gmail.com. Bagi yang mungkin kurang setuju dengan tulisan-tulisan di blog ini dan ingin diskusi lebih lanjut bisa menghubungi kontak : 085359016897
Penulis memang sejak tahun 2012 berusaha menekuni hobi menulis, selain itu penulis juga hobi bermain basket dan tenis meja.
Mungkin itu saja ya sekilas tentang admin blog ini.
Selamat menikmati tulisan-tulisan saya.
Hormat Saya,
Maulana MS Aji
Saat ini penulis berdomisili di Kota Pelajar Yogyakarta untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu pascasarja program studi Magister Kependudukan.
Disela kegiatan kuliah yang cukup padat, penulis berusaha untuk menuangkan waktu menulis apa saja yang ada dipikiran penulis terutama perihal materi kuliah kependudukan, opini perihal sosial ekonomi sekaligus jalan-jalan. Mungkin bagi yang ingin usul blog ini diisi menu apa lagi bisa dikirim sarannya lewat email : maulanamaliksebdoaji@gmail.com. Bagi yang mungkin kurang setuju dengan tulisan-tulisan di blog ini dan ingin diskusi lebih lanjut bisa menghubungi kontak : 085359016897
Penulis memang sejak tahun 2012 berusaha menekuni hobi menulis, selain itu penulis juga hobi bermain basket dan tenis meja.
Mungkin itu saja ya sekilas tentang admin blog ini.
Selamat menikmati tulisan-tulisan saya.
Hormat Saya,
Maulana MS Aji
Monday, October 8, 2018
Teori Mobilitas Penduduk Menurut Zelinsky
Zalinsky berpendapat bahwa adanya hubungan antara pembangunan ekonomi dengan pola mobilitas penduduk. Dengan demikian Zalinsky mempromosikan teori transisi mobilitas penduduk sebagai berikut. Zalinsky membedakan masa transisi menjadi 5 tahap.
Tahap 1. Masyarakat Tradisional
pada tahap ini manusia sangat sedikit melakukan aktivitas mobilitas
Tahap 2. Masyarakat Awal Transisi
Pada tahap ini, mobilitas penduduk kearah pedalaman, membuka lahan baru untuk aktivitas pertanian sekaligus pemukiman baru. Mobilitas dari desa menuju kota juga sudah mulai tampak dengan dilatar belakangi berbagai aktivitas.
Tahap 3. Masyarakat Akhir Transisi
Mobilitas penduduk kearah pedalaman berkurang. mobilitas desa-kota masih dominan. Mobilitas antar kota mulai tahap awal dan mobilitas sirkuler mulai tumbuh.
Tahap 4. Masyarakat Maju
Migrasi desa-kota terus meningkat, terjadi arus tenaga kerja tidak terdidik dari daerah terbelakang, mobilitas sirkuler tenaga terampil dan profesional meningkat dalam berbagai variasi
Tahap 5. Masyarakat Sangat MajuMobilitas turun, karena sarana komunikasi semakin canggih. Mobilitas sirkuler meningkat akibat kemampuan bidang telekomunikasi dan informasi.
Tahap 1. Masyarakat Tradisional
pada tahap ini manusia sangat sedikit melakukan aktivitas mobilitas
Tahap 2. Masyarakat Awal Transisi
Pada tahap ini, mobilitas penduduk kearah pedalaman, membuka lahan baru untuk aktivitas pertanian sekaligus pemukiman baru. Mobilitas dari desa menuju kota juga sudah mulai tampak dengan dilatar belakangi berbagai aktivitas.
Tahap 3. Masyarakat Akhir Transisi
Mobilitas penduduk kearah pedalaman berkurang. mobilitas desa-kota masih dominan. Mobilitas antar kota mulai tahap awal dan mobilitas sirkuler mulai tumbuh.
Tahap 4. Masyarakat Maju
Migrasi desa-kota terus meningkat, terjadi arus tenaga kerja tidak terdidik dari daerah terbelakang, mobilitas sirkuler tenaga terampil dan profesional meningkat dalam berbagai variasi
Tahap 5. Masyarakat Sangat MajuMobilitas turun, karena sarana komunikasi semakin canggih. Mobilitas sirkuler meningkat akibat kemampuan bidang telekomunikasi dan informasi.
Thursday, September 20, 2018
Mengintip Data Pengangguran Seumur Hidup, Tapi Mungkin Kaya
Sumber foto:imcnews.id
Dalam hidup ini tidak selalu pengangguran adalah orang miskin dan sebaliknya orang yang bekerja belum tentu bukan orang miskin.
Fenomena Surabaya Crazy Rich betul-betul menggugah kita bahwa tingkat pengangguran tidak mungkin 0%. Bisa dipastikan suatu negara pasti ada penggangguran. Namun pengangguran yang kita maksud dalam kasus ini adalah pengangguran yang berkualitas.
Dalam hidup ini tidak selalu pengangguran adalah orang miskin dan sebaliknya orang yang bekerja belum tentu bukan orang miskin.
Fenomena Surabaya Crazy Rich betul-betul menggugah kita bahwa tingkat pengangguran tidak mungkin 0%. Bisa dipastikan suatu negara pasti ada penggangguran. Namun pengangguran yang kita maksud dalam kasus ini adalah pengangguran yang berkualitas.
Wednesday, September 19, 2018
Lebih Penting Mana, Ekspor atau Impor
Sumber Gambar: Katadata.com
Bagi anda yang sudah pernah belajar ekonomi, pertanyaan ini mungkin sudah pernah dilontarkan dosen atau guru yang mengajar kalian. Lebih penting mana antara membatasi impor atau memacu ekspor?
pertanyaan tersebut bisa kita jabarkan bahwa jika suatu negara membatasi impor, maka dengan kata lain negara tidak perlu khawatir dengan kinerja ekspor. Sedangkan kebijakan memacu ekspor, artinya negara membiarkan kegiatan impor berpacu dengan dorongan ekspor. Selagi ekspor kita bagus, impor apapun tidak masalah.
Bagi anda yang sudah pernah belajar ekonomi, pertanyaan ini mungkin sudah pernah dilontarkan dosen atau guru yang mengajar kalian. Lebih penting mana antara membatasi impor atau memacu ekspor?
pertanyaan tersebut bisa kita jabarkan bahwa jika suatu negara membatasi impor, maka dengan kata lain negara tidak perlu khawatir dengan kinerja ekspor. Sedangkan kebijakan memacu ekspor, artinya negara membiarkan kegiatan impor berpacu dengan dorongan ekspor. Selagi ekspor kita bagus, impor apapun tidak masalah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Belajar Analisis Kepuasan Konsumen
Inti
dari kegiatan pemasaran adalah mengetahui keinginan konsumen serta berusaha
memuaskan keinginan tersebut. Konsumen yang puas akan sebuah produk/ jasa mempunyai
kecenderungan untuk mengkonsumsi produk/jasa tersebut berulang kali, hal itu
akan menciptakan konsumen yang loyal/setia. Pada akhirnya konsumen yang loyal akan
meningkatkan profit perusahaan.
Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi adalah studi mengenai
ketergantungan suatu variabel (variabel tak bebas) pada satu atau lebih
variabel lain (variabel bebas) yang digunakan untuk memprediksi dan atau
meramalkan nilai rata-rata hitung (mean) atau rata-rata populasi
variabel tak bebas (Gujarati,1995).
Alat analisis ini biasanya menjadi idola bagi mahasiswa S1 bahkan S2 untuk menyelesaikan tugas akhirnya yaitu Skripsi dan Thesis.
Analisis Break even Point
Pengertian dan Kegunaan Analisis
Analisa break even adalah suatu cara atau teknik
untuk mengetahui kaitan antara
produksi, penjualan, harga jual, biaya, laba dan
rugi. Dengan mengetahui perkaitannya,
analisa break even dapat digunakan untuk membantu
menetapkan sasaran perusahaan atau organisasi jasa. Kegunaan lainnya antara
lain :
Sekilas Tentang Penulis
Blog ini pertama kali dibuat pada tahun 2018, di Kabupaten Aceh Tamiang. Tempat
ini merupakan daerah keempat tempat merantau penulis. Penulis sempat
menetap di Banda Aceh hampir 3 tahun lamanya. Setelah Jakarta, Kabupaten
Gayo Lues. Hayo,,, pada tau ga tuh letak Gayo Lues dimana? jangan
jangan baru pada denger,,,
Saat ini penulis berdomisili di Kota Pelajar Yogyakarta untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu pascasarja program studi Magister Kependudukan.
Disela kegiatan kuliah yang cukup padat, penulis berusaha untuk menuangkan waktu menulis apa saja yang ada dipikiran penulis terutama perihal materi kuliah kependudukan, opini perihal sosial ekonomi sekaligus jalan-jalan. Mungkin bagi yang ingin usul blog ini diisi menu apa lagi bisa dikirim sarannya lewat email : maulanamaliksebdoaji@gmail.com. Bagi yang mungkin kurang setuju dengan tulisan-tulisan di blog ini dan ingin diskusi lebih lanjut bisa menghubungi kontak : 085359016897
Penulis memang sejak tahun 2012 berusaha menekuni hobi menulis, selain itu penulis juga hobi bermain basket dan tenis meja.
Mungkin itu saja ya sekilas tentang admin blog ini.
Selamat menikmati tulisan-tulisan saya.
Hormat Saya,
Maulana MS Aji
Saat ini penulis berdomisili di Kota Pelajar Yogyakarta untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu pascasarja program studi Magister Kependudukan.
Disela kegiatan kuliah yang cukup padat, penulis berusaha untuk menuangkan waktu menulis apa saja yang ada dipikiran penulis terutama perihal materi kuliah kependudukan, opini perihal sosial ekonomi sekaligus jalan-jalan. Mungkin bagi yang ingin usul blog ini diisi menu apa lagi bisa dikirim sarannya lewat email : maulanamaliksebdoaji@gmail.com. Bagi yang mungkin kurang setuju dengan tulisan-tulisan di blog ini dan ingin diskusi lebih lanjut bisa menghubungi kontak : 085359016897
Penulis memang sejak tahun 2012 berusaha menekuni hobi menulis, selain itu penulis juga hobi bermain basket dan tenis meja.
Mungkin itu saja ya sekilas tentang admin blog ini.
Selamat menikmati tulisan-tulisan saya.
Hormat Saya,
Maulana MS Aji
Teori Mobilitas Penduduk Menurut Zelinsky
Zalinsky berpendapat bahwa adanya hubungan antara pembangunan ekonomi dengan pola mobilitas penduduk. Dengan demikian Zalinsky mempromosikan teori transisi mobilitas penduduk sebagai berikut. Zalinsky membedakan masa transisi menjadi 5 tahap.
Tahap 1. Masyarakat Tradisional
pada tahap ini manusia sangat sedikit melakukan aktivitas mobilitas
Tahap 2. Masyarakat Awal Transisi
Pada tahap ini, mobilitas penduduk kearah pedalaman, membuka lahan baru untuk aktivitas pertanian sekaligus pemukiman baru. Mobilitas dari desa menuju kota juga sudah mulai tampak dengan dilatar belakangi berbagai aktivitas.
Tahap 3. Masyarakat Akhir Transisi
Mobilitas penduduk kearah pedalaman berkurang. mobilitas desa-kota masih dominan. Mobilitas antar kota mulai tahap awal dan mobilitas sirkuler mulai tumbuh.
Tahap 4. Masyarakat Maju
Migrasi desa-kota terus meningkat, terjadi arus tenaga kerja tidak terdidik dari daerah terbelakang, mobilitas sirkuler tenaga terampil dan profesional meningkat dalam berbagai variasi
Tahap 5. Masyarakat Sangat MajuMobilitas turun, karena sarana komunikasi semakin canggih. Mobilitas sirkuler meningkat akibat kemampuan bidang telekomunikasi dan informasi.
Tahap 1. Masyarakat Tradisional
pada tahap ini manusia sangat sedikit melakukan aktivitas mobilitas
Tahap 2. Masyarakat Awal Transisi
Pada tahap ini, mobilitas penduduk kearah pedalaman, membuka lahan baru untuk aktivitas pertanian sekaligus pemukiman baru. Mobilitas dari desa menuju kota juga sudah mulai tampak dengan dilatar belakangi berbagai aktivitas.
Tahap 3. Masyarakat Akhir Transisi
Mobilitas penduduk kearah pedalaman berkurang. mobilitas desa-kota masih dominan. Mobilitas antar kota mulai tahap awal dan mobilitas sirkuler mulai tumbuh.
Tahap 4. Masyarakat Maju
Migrasi desa-kota terus meningkat, terjadi arus tenaga kerja tidak terdidik dari daerah terbelakang, mobilitas sirkuler tenaga terampil dan profesional meningkat dalam berbagai variasi
Tahap 5. Masyarakat Sangat MajuMobilitas turun, karena sarana komunikasi semakin canggih. Mobilitas sirkuler meningkat akibat kemampuan bidang telekomunikasi dan informasi.
Mengintip Data Pengangguran Seumur Hidup, Tapi Mungkin Kaya
Sumber foto:imcnews.id
Dalam hidup ini tidak selalu pengangguran adalah orang miskin dan sebaliknya orang yang bekerja belum tentu bukan orang miskin.
Fenomena Surabaya Crazy Rich betul-betul menggugah kita bahwa tingkat pengangguran tidak mungkin 0%. Bisa dipastikan suatu negara pasti ada penggangguran. Namun pengangguran yang kita maksud dalam kasus ini adalah pengangguran yang berkualitas.
Dalam hidup ini tidak selalu pengangguran adalah orang miskin dan sebaliknya orang yang bekerja belum tentu bukan orang miskin.
Fenomena Surabaya Crazy Rich betul-betul menggugah kita bahwa tingkat pengangguran tidak mungkin 0%. Bisa dipastikan suatu negara pasti ada penggangguran. Namun pengangguran yang kita maksud dalam kasus ini adalah pengangguran yang berkualitas.
Lebih Penting Mana, Ekspor atau Impor
Sumber Gambar: Katadata.com
Bagi anda yang sudah pernah belajar ekonomi, pertanyaan ini mungkin sudah pernah dilontarkan dosen atau guru yang mengajar kalian. Lebih penting mana antara membatasi impor atau memacu ekspor?
pertanyaan tersebut bisa kita jabarkan bahwa jika suatu negara membatasi impor, maka dengan kata lain negara tidak perlu khawatir dengan kinerja ekspor. Sedangkan kebijakan memacu ekspor, artinya negara membiarkan kegiatan impor berpacu dengan dorongan ekspor. Selagi ekspor kita bagus, impor apapun tidak masalah.
Bagi anda yang sudah pernah belajar ekonomi, pertanyaan ini mungkin sudah pernah dilontarkan dosen atau guru yang mengajar kalian. Lebih penting mana antara membatasi impor atau memacu ekspor?
pertanyaan tersebut bisa kita jabarkan bahwa jika suatu negara membatasi impor, maka dengan kata lain negara tidak perlu khawatir dengan kinerja ekspor. Sedangkan kebijakan memacu ekspor, artinya negara membiarkan kegiatan impor berpacu dengan dorongan ekspor. Selagi ekspor kita bagus, impor apapun tidak masalah.
Subscribe to:
Posts (Atom)

